Loading...

Pemerintah Nyatakan Papua Bebas Flu Burung

12:39 WIB | Tuesday, 14-November-2017 | Ternak, Komoditi | Penulis : Julianto

Setelah melalui perjuangan berat, pemerintah melalui Kementerian Pertanian, akhirnya menetapkan status Provinsi Papua bebas flu burung (avian influenza/AI). Keputusan itu setelah Menteri Pertanian menerbitkan Keputusan No. 600/Kpts/PK320/9/2017 tentang Provinsi Papua sebagai Zona Wilayah Bebas Penyakit AI pada unggas.

 

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Fadjar Sumping mengatakan, selama era pemerintahan Jokowi (2015-2016), beberapa provinsi telah bebas AI yaitu Maluku Utara tahun 2015 dan Maluku tahun 2016. Selain itu, pada tahun 2015 juga sudah berhasil membebaskan Pulau Madura dari penyakit Brucella.

 

“Kini menyusul satu langkah maju kembali dicapai di bidang kesehatan hewan dan usaha perunggasan nasional, yaitu Provinsi Papua yang kita nyatakan bebas flu burung,” ujar Fadjar di Jakarta, Selasa (14/11).

 

Keberhasilan Papua bebas flu burung menurut Fadjar, merupakan puncak kerja keras dan pencapaian yang luar biasa dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota se-Papua, serta Balai Besar Veteriner Maros (BBVet) Maros selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di wilayah timur Indonesia.

 

Fadjar mengatakan, sesuai persyaratan OIE (Badan Kesehatan Hewan Dunia) dan mengacu Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 28 Tahun 2008 tentang Penataan Kompatementalisasi dan Zonasi, di Provinsi Papua telah dilaksanakan upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit AI. Lalu dilakukan surveilans pembuktian bebas AI oleh Balai Besar Veteriner Maros (BBVet) Maros mulai tahun 2015 -Juli 2017.

 

Berdasarkan hasil surveilans selama dua tahun tersebut, tidak ditemukan kasus AI di provinsi tersebut, baik laporan kasus sindromik yang mengarah pada penyakit AI maupun pengujian virologi. Dengan telah menyandang status bebas AI, Fadjar mengakui, banyak keuntungan dan peluang pengembangan usaha perunggasan di wilayah Papua. “Peluang pasar lebih terbuka secara luas baik domestik maupun internasional,” ujarnya.

 

Menurut Fadjar, Provinsi Papua memiliki nilai sangat strategis dalam penguatan status kesehatan unggas. Terutama, guna pengembangan pertumbuhan sentra baru usaha perunggasan untuk pemenuhan kebutuhan telur dan daging unggas untuk kepentingan dalam wilayah Papua.

 

Selain itu, sebagai provinsi yang berbatasan dengan Papua New Guinea (PNG), peluang Papua terbuka luas untuk mengekspor unggas dan produk unggasnya ke negara tetangga tersebut. Tentunya setelah dilakukan harmonisasi persyaratan sanitary dengan Otoritas Veteriner PNG. “Selain Negara PNG, juga ke depan lebih terbuka peluang bagi beberapa negara kepulauan di wilayah Pasifik,” ucapnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162