Loading...

Berbagai Kemudahan KUR untuk Pekebun

14:00 WIB | Tuesday, 14-November-2017 | Kebun, Komoditi | Penulis : Indarto

Petani sawit, kakao, kopi, dan komoditas perkebunan lainnya bisa memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan berbagai kemudaham. Selain berbunga hanya 7 % pertahun, waktu pembayarannya pun cukup lama. Nilainya pun terserah permintaan pekebun.

 

“Sejumlah bank BUMN sudah mengalokasikan KUR untuk semua komoditas perkebunan. Kalau sebelumnya bunganya 9%, saat ini bunganya sudah turun menjadi 7% pertahun,” kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian,  Bambang saat Koordinasi dan Konsultasi Pembangunan Perkebunan tahun 2017, di Denpasar, Bali, belum lama ini.

 

Selain berbunga rendah, menurut Bambang, petani yang memanfaatkan KUR akan mendapatkan keringan waktu pembayaran kredit. Sebab, masa tenggang pengembalian kreditnya hingga 5 tahun. Artinya, ketika petani/pekebun mendapatkan KUR, tak serta-merta setahun kemudian harus membayar kreditnya. “Petani mulai mencicil atau membayar kreditnya setelah 5 tahun kemudian,” ujarnya.

 

Soal jumlah   kredit yang bisa petani ajukan ke perbankan, Bambang menegaskan, tergantung permintaan petani. “Petani bisa mengajukan dalam jumlah besar. Misalnya sampai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

 

Kemudahan lain yang diberikan adalah petani tak perlu menyertakan jaminan. Sebab, yang menjadi jaminan adalah usahanya.  Karena itu kata Bambang, agar petani atau pekebun mudah mengakses kredit,  pemerintah mendorong untuk berkelompok dengan membentuk koperasi.

 

“Bisa juga mengembangkan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera.  Pembentukan kelembagaan ekonomi petani ini dimaksudkan agar petani bisa mengelola dananya sendiri, sehingga mereka lebih mudah mendapatkan kredit ke perbankan,” tutur Bambang. Dengan membentuk lembaga ekonomi di tingkat desa, petani akan bankable. Bank juga lebih percaya petani. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162