Loading...

STPP Magelang Kawal Petani Tanam Bawang Putih dan Cabai

16:57 WIB | Tuesday, 05-December-2017 | Nusantara | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang sebagai salah satu UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) ikut terjun mengawal petani dalam program upaya khusus (Upsus). Ada dua komoditi yang mendapat pengawalan yakni bawang putih dan cabai.

 

“Kami ikut terlibat dalam kegiatan pengawalan dan pendampingan dengan melibatkan mahasiswa STPP, khususnya Semester V sebagai pendamping. Sedangkan dosen sebagai pembimbing,” kata  Ketua STPP Magelang,  Ali Rachman kepada Sinar Tani, beberapa waktu lalu.

 

Dia menjelaskan, di Kabupaten Temanggung untuk komoditas bawang putih ada di enam kecamatan yaitu Kledung, Bansari, Parakan, Wonoboyo, Tembarak dan Selopampang dengan luas 1120 ha. Mahasiswa STPP Magelang melakukan pengawalan dan pendampingan di  25 desa dengan luasan 685 ha.

 

Selain melibatkan mahasiswa, kata Ali Rachman, pihaknya juga mengajak pemuda tani di Kabupaten Sleman yang berada di lima kecamatan yaitu Tempel, Pakem, Turi. Prambanan dan Kalasan. Adapun komoditasnya adalah cabai dengan luasan lahan sekitar 50 ha. “Banyak kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa STPP dan pemuda tani,” katanya.

 

Kegiatan pengawalan dan pendampingan yang berlangsung 1 Oktober-30 November 2017. Dalam kegiatan ini, para pendamping melakukan kegiatan dan koordinasi dengan beberapa pihak seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, UPTD Diperta, poktan aupun elemen masyarakat lainnya.

 

“Setelah dua bulan melakukan kegiatan pendampingan dan pengawalan APBN -P 2017, pada 30 November mahasiswa dan pemuda tani menyelesaikan kegiatan ini,” kata Ali Rachman.

 

Dalam sambutan acara Pamitan Pendampingan dan Pengawalan Mahasiswa, Alumni dan Pemuda Tani APBN-P 2017 di Temanggung, Ali Rachman menyampaikan, meski kegiatan tersebut telah selesai, pihaknya akan terus mendampingi petani.

 

Penarikan pendamping pengawalan APBN-P 2017 dilaksanakan serentak di wilayah masing-masing. Diantaranya Universitas Palangka Raya (Kalimantan Tengah) sejumlah 154 alumni dan pemuda tani yang mengelola komoditas karet. Universitas Tanjungpura (Kalimantan Barat) sejumlah 235 alumni dan pemuda tani dengan komoditas karet dan jeruk.

 

Sedangkan Universitas Lambung Mangkurat (Kalimantan Selatan) sejumlah 140 alumni dan pemuda tani dengan komoditas karet. Universitas Mulawarman (Kalimantan Timur) sebanyak 10 alumni dan pemuda tani dengan komoditas karet. Universitas Gajah Mada (Yogyakarta) sebanyak 130 alumni dengan komoditas kopi, serta STPP sebanyak 157 mahasiswa dan pemuda tani dengan komoditas bawang putih dan cabai.  Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162