Loading...

Minat Petani Jateng Tanam Jagung Meningkat

13:40 WIB | Tuesday, 21-November-2017 | Komoditi, Pangan | Penulis : Indarto

Kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP) jagung Rp 3.150 per kg mulai dirasakan manfaatnya oleh petani. Adanya kebijakan tersebut mampu mendorong minat petani untuk menanam jagung.

 

Selain itu, tingginya harga jagung pada saat musim panen raya juga menjadi pemacu petani untuk bertanam jagung. Regional Business Manager PT Monsanto Indonesia Area Jawa Tengah, Sarwono Pambudi mengatakan, di Jawa Tengah, khususnya di kawasan Blora memasuki musim rendengan 2017 (Oktober-Maret), sudah terjadi peningkatan permintaan benih jagung hibrida sebesar 5-10 persen dibanding musim tanam yang sama tahun lalu.

 

"Salah satu penyebab naiknya permintaan benih adalah harga jagung saat panen raya cukup tinggi berkisar Rp 3.700-Rp 4.000 per kg (pipilan kering)," kata Sarwono Pambudi, di Jakarta (21/11).

 

Sarwono mengatakan, petani Blora pada musim rendengan tahun ini umumnya menanam jagung di tegalan atau di pinggir hutan. Karena itu, mereka lebih banyak yang pesan benih jagung yang tahan terhadap kekeringan dan lebih tahan bulai. "Petani banyak yang meminati varietas DK 771 karena lebih tahan bulai dan kekeringan," ujarnya.

 

Sedangkan untuk varietas lainnya seperti DK 959 umumnya ditanam di lahan-lahan sawah. “Produktivitas kedua varietas jagung tersebut rata-rata 7-8 ton per ha (pipilan kering). Sedangkan rata-rata kebutuhan benih sebanyak 17 kg per ha," kata Sarwono.

 

Menurut Sarwono, Jateng, khususnya Kab. Blora sangat potensial untuk pengembangan jagung. Tercatat area lahan jagung di kawasan ini seluas 26,441 ha. "Sebagian area jagung di sini tadah hujan, sehingga benih jagung yang tahan kekeringan dan lebih tahan bulai sangat diminati petani," jelas Sarwono. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162