Loading...

Irjen Kementan: Penyuluh Kunci Strategis Menuju Lumbung Pangan Dunia

16:49 WIB | Tuesday, 05-December-2017 | Nusantara | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Penyuluh menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia mencapai lumbung pangan dunia pada 2045. Sebab, penyuluh sebagai wakil pemerintah dalam menyampaikan inovasi teknologi ke petani.

 

“Untuk menjadi lumbung pangan dunia, kita banyak driving force (daya gerak) namun dua utamanya yaitu lahan dan petani,” kata Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan saat Pembinaan Integritas Program dan Layanan Pertanian (PROTANI) “Peran Strategis Penyuluh Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045”, di Lampung, Senin (4/12).

 

Namun menurutnya, untuk bisa menerapkan teknologi atau varietas unggul ke petani yang memegang kunci strategis adalah penyuluh. Sebagai wakil dari pemerintah pusat, pihaknya harus membangun hubungan emosional dengan penyuluh. Untuk mendekatinya melalui kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) atau koordinator penyuluh.  “Sudah hampir ke semua kabupaten saya datangi. Dengan didatangi kesana dan merasa sepenanggungan, seberat apapun beban itu bisa saling ditutupi,” katanya.

 

Justan mengatakan, dipilihnya Lampung sebagai tempat kegiatan PROTANI untuk penyuluh pertanian, karena propinsi tersebut dianggap sebagai penyangga pangan untuk Ibukota Negara, DKI Jakarta. Sebab jika sampai ada masalah pangan di Jakarta, maka Lampung sangat diharapkan bantuannya.

 

“Saya berharap program pertanian di Lampung berintegritas. Dalam arti jangan sampai diragukan datanya. Untuk mengetahui data ini meragukan atau tidak, penyuluh harus turun ke petani,” katanya.

 

Menuurt Justan, penyuluh harus mencintai pekerjaan dan memahaminya. Karena itu target menjadi lumbung pangan dunia bukan hal yang sulit jika penyuluh berintegritas. Sebab, penyuluh akan merasakan bahwa keluhan petani adalah keluhannya juga. Keberhasilan petani akan menjadi senyumnya penyuluh.  

 

Mengenai program Luas Tambah Tanam (LTT) di Lampung, Justan mengakui, pihaknya sempat ragu saat mendapat target 41 ribu ha, tapi ternyata pada bisa mendapatkan 43 ribu ha. Pada November ditargetkan 103 ribu ha dan tercapai.

 

“Desember ini kami menargetkan 166 ribu ha. Tiga hari pertama ini ada keraguan. Hanya tiga dari 15 kabupaten yang bisa mencapai targetnyabatau rata-rata,” ujar Justan yang juga merupakan Penanggungjawab Upaya Khusus (UPSUS) Provinsi Lampung. Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162