Loading...

Dubes Iran-Kementan Buka Pintu Investasi Pertanian di Indonesia

22:31 WIB | Tuesday, 03-July-2018 | Non Komoditi | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman setelah menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Valoillah Mohammadi

Iklim kemudahan berinvestasi usaha di Indonesia semakin dipercaya oleh kalangan pengusaha luar negeri. Setelah Rusia, kini giliran Republik Iran mengajukan diri untuk berinvestasi khususnya di bidang pertanian sekaligus peluang kerjasama ekspor impor antar kedua negara.

 

"Saya bertemu Duta Besar Iran di Istana Negara beberapa waktu lalu, sekalian saya ajak untuk membuka pintu investasi di Indonesia," ungkap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman setelah menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Valoillah Mohammadi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (3/7).

 

Dalam pertemuan pertama antara keduanya, pembicaraan awal mengenai share modal yang akan dilakukan antara Indonesia dengan Iran. "Mereka menawarkan juga gandum dengan harga yang kompetitif dibanding Australia. Sementara kita tawarkan sapi, gula, jagung. Mereka juga unggul water management dalam hal budidaya gandum,," tutur Amran.

 

Dirinya berharap jika kerjasama ini bisa terealisasi di tahun depan sehingga bisa langsung berjalan. "Nanti bentuk kerjasamanya G to G (Government to Government) ataukah antar lembaga akan dibicarakan lanjut," tukas Amran.

 

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Valoillah Mohammadi sendiri mengaku tertarik untuk membuka investasi di Indonesia karena memiliki komoditas pangan yang beranekan ragam. "Indonesia dan Iran sama-sama memiliki potensi yang besar untuk pertanian. Tapi Indonesia punya komoditas yang beraneka. Sehingga kita bicarakan bagaimana kita bisa memperluas pasar ekspor untuk setiap komoditas yang dihasilkan masing-masing," urainya.

 

Mohammadi menambahkan sebelum terjadi kerjasama antar pemerintah, komite bersama (joint comittee) Iran dan Indonesia telah  menginisiasi terlebih dahulu. "Investor Iran siap berinvestasi dan sudah datang ke sini," tukasnya.

 

Adanya investasi ini diharapkan bisa memacu ekspor antara kedua negara, khususnya Indonesia ke negara Timur Tengah (Middle East). Mohammadi mencontohkan hingga sekarang ran saat ini  sudah cukup banyak mengimpor  komoditas Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan kakao. Sebaliknya, Indonesia juga telah mengimpor buah segar, patung, dan kurma dari Iran.

 

Berdasarkan data perdagangan luar negeri, total nilai perdagangan ke Iran hingga akhir tahun 2017 naik 167,51 persen dibandingkan tahun 2016 lalu. Diantara semua produk ke Iran, Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya dan mendominasi komoditas ekspor.  (gsh)

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162